PROSES PENCIPTAAN PANTUN DAN TALIBUN DALAM KABAURANG PIAMAN DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA

Refisa Ananda, Najmi Hayati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penciptaan pantun dan talibun dalam kaba Urang Piamanpada pertunjukan Dendang Pauah dan implikasinya dalam pembelajaran apresiasi sastra di sekolah menengah atas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, rekaman, observasi langsung, dan catatan lapangan. Partisipan dalam penelitian ini adalah tukang dendang (Tasar), tukang saluang (Pono), dan masyarakat di Desa Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa  penciptaan pantun dan talibun dalam kaba Urang Piaman pada pertunjukan Dendang Pauah dilakukan dengan teknik mengingat.Teknik mengingat memungkinkan tukang dendang berimprovisasi selama pertunjukan.Struktur teks kaba berbentuk puisi naratif dan prosa lirik yang di dalamnya memanfaatkan unsur-unsur puisi berupa pantun dan talibun mengikuti formula tertentu. Rumus itu diterapkan di setiap baris teks sepanjang pertunjukan. Rumusnya berada pada level bait, baris berpasangan, baris tunggal, dan lebih banyak lagi di baris (frasa, klausa, dan kata-kata).

 



Keywords


penciptaan, kaba, pantun, talibun, apresiasi

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Fatimah. 2009. Pantun sebagai Perekam Norma: Penelitian Awal terhadap Perkahwinan dan Keluarga Melayu. Jurnal Melayu (4) 2009, 43-57.

Akmal. ( 2015). Kebudayaan Melayu Riau (Pantun, Syair, Gurindam). Jurnal Risalah, Vol. 26, No. 4, Desember, 159-165)

Amir, A. (2013). Sastra lisan indonesia. Yogyakarta: ANDI.

Andriani, T. (2012). Pantun dalam kehidupan melayu. Jurnal sosial budaya Vol. 9 No. 2 Juli-Desember 2012 halaman 195-211).

Atmazaki. (2005). Ilmu sastra: teori dan terapan. Padang: Citra Budaya Indonesia.

Bahardur, I. and Suryo E. (2017). Unsur-unsur ekologi dalam sastra lisan mantra pengobatan sakit gigi masyarakat kelurahan kuranji. Jurnal kajian Bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya, halaman 24-30.

Gani, E. (2009). Kajian Terhadap Landasan Filosofi Pantun Minangkabau Jurnal Bahasa dan Seni Vol 10 No. 1 Tahun 2009 (1 - 10)

Hutomo, S. S. (1991). Mutiara yang terlupakan: pengantar studi sastra lisan. Surabaya: Himpunan Sarjana Kesusasteraan Indonesia.

Juita, Novia. (2016) Tindak Tutur Tokoh dalam Kaba: Pencerminan Kearifan dan Kesantunan Berbahasa Etnis Minangkabau. Humanus Vol. XV No. 1, Maret 2016, 92-104.

Normaliza Abd Rahim, Arbaie Sujud, Nik Rafidah Nik Afendi & Siti Nur Aliaa Roslan. (2012). A perspective of Malay quatrain in media technology. The Public Administration and Social Policies Review, 1 (8): 40-49.

Pora, S. (2014). Tinjauan Filosofis KearifanLokal Sastra Lisan Ternate. Jurnal UNIERA Volume 3 nomor 1, halaman 112-121.

Purwahida, Rahmah. (2017). Interaksi Sosial pada Kumpulan Cerpen Potongan cerita di kartu pos karangan agus noor dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA. AKSIS Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume I Nomor I, Juni 2017. 118-134

Rafiek, Muhammad. ((2012). Pantun Mahidin: Kajian Ciri, Struktur Pementasan, Kreativiti Pemadihinan, Pembangunan, dan Pembinaannya di Kalimantan Selatan. Jurnal Pendidikan Bahasa Melayu-JPBM (Malay Language Education Jurnal-MyLEJ) Vol. 2, Bil. 2 (Nov. 2012): 104-114.

Rahmat, Wahyudi. (2016). Penerapan Kaba Minangkabau sebagai media Pelestarian Bahasa Amai (Ibu) dan Kesusasteraan dalam Pendidikan Literasi di Minangkabau. Jurnal ipteks terapan, V10.i4 236-241.

Ruaida. (2017). Ideologi Feminisme dalam Kaba Cindua Mato. Kafa'ah Journal, 7 (1), 2017, 15-25.

Rulita, Erna Ervilyana. (2018). Rima dalam cerita Pantun Budak Mandjor sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA. LOKABASA Vol. 9, No. 1, April 2018. 33-42.

Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal (hakikat, peran, dan metode tradisi lisan). Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Sudirman, Nirwana dan Zulkifley hamid. (2016) Pantun Melayu sebagai Cerminan Kebitaraan Perenggu Minda Melayu. Jurnal Melayu Bil. 15 (2) 2016, 145-159

Sulistyawati, Rr dan Anisah Lestari. (2019). Relevansi Nilai Budaya Jawa Novel Kartini Karya Abidah El Khalieqy dan Impilkasinya dengan Pembelajaran Sastra. Jurnal AKRAB JUARA volume 4 Nomor 2 Edisi Mei 2019 (116-131).

Tanjung, S. (2019) Revitalization of pasambahan manjapuik marapulai as a part of maintaining efforts of minangkabau culture. Jurnal of oral tradition, 2019, vol. 1, 17-23.

Taum, Y. Y. (2011). Studi sastra lisan: sejarah, teori, metode, dan pendekatan disertai contoh penerapannya. Yogyakarta: Lamalera.




DOI: http://dx.doi.org/10.34125/kp.v5i2.522

Refbacks

  • There are currently no refbacks.