STUDI KEARIFAN LOKAL SUKU ANAK DALAM LUBUK KAYU ARO DESA PELEMPANG KABUPATEN MUARO JAMBI (ANALISIS DALAM MEMILIH PEMIMPIN (TUMENGGUNG) PADA SUKU ANAK DALAM)
DOI:
https://doi.org/10.34125/jkps.v11i1.1606Keywords:
Kearifan Lokal, SAD, Memilih TumenggungAbstract
The SAD (Sad) has a unique social structure that differs from that of most rural communities. They form small groups led by a traditional leader or informal leader, usually called Tumenggung. The purpose of this study was to determine the traditional leadership structure, the specific criteria for selecting a leader, and the customary process or mechanism for selecting a leader in the Anak Dalam tribe. This research was conducted over a period of approximately two months. The Tumenggung is not simply the head of the group, but also holds customary, legal, social, and cultural authority, recognized collectively by all members of the tribal group. This research method is qualitative. The data collection techniques used were primary data, including field research, an ethnographic approach through participant observation, and in-depth interviews with various sources considered key informants, including both the community and the government as agents of development and documentation. The results of this study indicate that the social structure or strata of the SAD community in Pelempang village is based on a power system, in addition to a system of trust in leaders, in this case the highest leader they call Tumenggung.
References
Ali, M.A Rahman. 2000. Masyarakat Kecil dalam Era global. Bangi . Universitas Kebangsaan Malaysia
Bahtiar Chamsyah. 2002. Kebijakan dan Strategi Pembagunan Kesejateraan Sosial . Jakarta. Depsos RI
Blum, Lawrence A.. 2001. “Antirasisme, Multikulturalisme, dan Komunitas Antar-Ras” Yogyakarta: Tiara Wacana.
Diana Rozelin, dkk, 2010. Bahasa Suku Anak Dalam Di Sungai Rengas ; Pergeseran Dan Pemertahannya (Studi Sosiolinguistik). LP2M IAIN STS Jambi
Departemen sosial. 2003. Pedoman Teknis Pemberdayaan Komunitas adat terpencil. Jakarta direktorat pemberdayaan komunitas adat tepencil
Departemen sosial. 2004. Membangun Jaringan Kerjasama Pemberdayaan komunitas adat terpencil .Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil. Jakarta. Departemen sosial
Dwi Wulan Pujriani, dkk. 2013. Suku Anak Dalam Bathin 9 dan Konflik Seribu Hektar Lahan Sawit Asiatic Persada. Bhumi ; Jurnal Ilmiah Pertanahan PPM-STPN/37 12 April 2013
Henschke, R. (2017). Orang Rimba yang Bertahan di Tengah Hutan yang Semakin Habis. BBC Indonesia, BBC.
Hidayat, M. S., Rahardjo, T., & Suprihatini, T. (2013). Penerimaan Suku Anak Dalam Terhadap Pendidikan. Interaksi Online, 1(4).
Idris, N. (2017). Mengkaji ulang pola komunikasi pemerintah dalam pemberdayaan suku anak dalam di provinsi Jambi. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 21(1).
Indriati, G. (2022). Etnobotani tumbuhan obat yang digunakan suku anak dalam di Desa Tabun Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo Jambi. Sainstek: Jurnal Sains dan Teknologi, 6(1).
Jauhari, Budhi Vrihaspathi , Said , Arislan, (2022), Jejak Peradaban Suku Anak Dalam . Bangko, Lembaga Swadaya Masyarakat Kelompok SAD
John M. Echols dan Hassan Shadily. (2005). Kamus Inggris Indonesia An English- Indonesian Dictionary. Cet. XXVII. Jakarta: Gramedia.
John W. Creswell, (2012). Educational Research Planning, Conducting, and Evaluating Quantittaive and Qualitative Research. USA: Pearson Education Inc.
Komaruddin Hidayat. (2010). Psikologi Beragam. Bandung: PT Mizan Publika.
Muntholib.S. 1995. Orang Rimbo, Kajian Struktural fungsional masyarakat terasing di Makekal Provinsi Jambi. Disertasi . Universitas Pajajaran Bandung
Painah, T. (2020). Peranan Pendidikan Karakter dalam Kecerdasan Emosional pada Siswa Suku Anak Dalam (SAD): The Role Of Character Education In Emotional Intelligence in Suku Anak Dalam (SAD) Students. Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas; Vol. 5 No. 2 (2020).
Prasetijo, A. (2013). Behind The Forest: The Ethnic Identity of Orang Kubu (Orang Rimba), Jambi-Indonesia. 10th Conference on Hunting and Gathering Societies 25-28 June, 2013, Liverpool School of Archaeology, Classics & Egyptology, University of Liverpool
Salam, N. F. S., Rifai, A. M., & Ali, H. (2020). Faktor penerapan disiplin kerja: kesadaran diri, motivasi, lingkungan (suatu kajian studi literatur manajemen pendidikan dan ilmu sosial). Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(1).
Saleh, S. (2014). Agama, Kepercayaan, dan Kelestarian Lingkungan Studi terhadap Gaya Hidup Orang Rimba Menjaga Lingkungan di Taman Nasional Bukit Dua Belas (Tnbd)- Jambi. Jurnal Kawistara, 4(3). https://doi.org/10.22146/kawistara.6386
Samsu, S., Rusmini, R., Kustati, M., Ritonga, M., Novia Maulana, A., & Zulmuqim, Z. (2022). Tumenggung leadership and educational model in leading indigenous people: Suku Anak Dalam portrait. Cogent Social Sciences, 8(1), 2123634.
Sinaga, L. Y., & Rustaman, N. Y. (2015). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Suku Anak Dalam Provinsi Jambi
terhadap Perladangan di Hutan Taman Nasional Bukit Duabelas sebagai Sumber Belajar Biologi.
Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi FKIP UNS 2015.
Sugiyono, (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Warsi. 2000. Orang Rimba. Industri pulp datang, Hutan terancam hilang. Warsi











