OLAHRAGA TRADISIONAL PACU PERAHU SEBAGAI MEDIA PENGUATAN KARAKTER GENERASI MUDA DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DUSUN RAWANG
DOI:
https://doi.org/10.34125/jkps.v10i4.862Keywords:
Olahraga Tradisional, Pacu Perahu, Penguatan Karakter, Generasi Muda, Sumber Daya Manusia.Abstract
Traditional sports are a vital component of cultural heritage, reflecting a community's identity. They are crucial for preserving cultural legacy and fostering character in the younger generation. One such sport, Pacu Perahu (Boat Racing), practiced in Rawang Hamlet, serves not only as a competition but also as a medium for character education and human resource development. Passed down through generations, it strengthens social solidarity and helps shape community character. However, social changes and modernization have led to declining youth participation in Pacu Perahu. This trend threatens to erode the character values inherent in the sport and undermines the potential of local culture-based character education, which is an effective means of shaping youth personality. This study aims to analyze the role of Pacu Perahu as a medium for strengthening youth character and to formulate revitalization strategies to ensure its relevance in modern character education. It further seeks to explore its contribution to human resource development in Rawang Hamlet. The findings are expected to provide a foundational framework for preserving Pacu Perahu and to contribute to youth character building. The research employs a qualitative approach using an ethnographic method.
References
Abdullah, I. (2010). Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Pustaka Pelajar.
Adisusilo, S. (2013). Pembelajaran Nilai Karakter: Konstruktivisme dan VCT sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. RajaGrafindo Persada.
Auliahadi, A., & Safmal, Y. (2022). Sejarah Perkembangan Budaya Suku Kerinci: Sejarah Perkembangan Budaya Suku Kerinci. Thullab: Jurnal Riset dan Publikasi Mahasiswa, 2(1), 91–100. (https://ejournal.iainkerinci.ac.id/index.php/thullab/article/view/2488)
Azahari, A. R. (2017). Pelestarian Olahraga Tradisional Menyipet di Kota Palangkaraya. Mediasosian: Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara, 1(1), 25–32.
Basrowi, & Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Rineka Cipta.
Bungin, B. (2015). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Kencana.
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Darwis, M. (2017). Manusia dan Budaya dalam Perspektif Antropologi. RajaGrafindo Persada.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2011). The SAGE Handbook of Qualitative Research (4th ed.). SAGE Publications.
Endaswara, S. (2006). Metode Teori Teknik Penelitian Kebudayaan. Pustaka Widayatama.
Fadilah, M. P., dkk. (2021). Pendidikan Karakter. Agrapana Media.
Faisal, R. (2007). Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik dalam Penelitian Sosial Budaya. Pustaka Tinta.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books.
Gunawan, H. (2012). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Alfabeta.
H.A.R. Tilaar. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan Transformasi Pendidikan Nasional. Development Studies Foundation.
Haryanto, T. (2018). Olahraga Tradisional dalam Perspektif Sosial Budaya. Pustaka Pelajar.
Herpandika, R. P., & Yuliawan, D. (2018). Permainan Tradisional Sebagai Salah Satu Pemecahan Masalah Karakter Bangsa. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 140–152.
Hidayat, R. (2017). Kearifan Lokal dalam Perspektif Pendidikan Multikultural. Alfabeta.Hofstede, G. (2011). *Cultures and Organizations: Software of the Mind*. McGraw-Hill.
Kartini, N. E., Sauri, S., & Ruyadi, Y. (2020). Internalisasi Pendidikan Karakter Melalui Nilai-Nilai Kesundaan Jalmi Masagi di Sekolah Menengah Kejuruan. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 33–46.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2011). Pedoman Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Kemendikbud.
Koentjaraningrat. (1987). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.
Koentjaraningrat. (2009). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Gramedia Pustaka Utama.
Kolb, D. A. (1989). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Prentice-Hall.
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.
Lickona, T. (2013). Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik (Lita, Trans.). Nusa Media.
Maizan, I., & Umar, U. (2020). Profil Kondisi Fisik Atlet Bolavoli Padang Adios Club. Jurnal Performa Olahraga, 5(1), 17–25.
McLuhan, M. (1964). Understanding Media: The Extensions of Man. McGraw-Hill.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
Muslich, M. (2011). Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Bumi Aksara.
Novelia, T., Salam, A., & Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang. (2000). Rumah Gedang dalam Pelaksanaan Kenduri Sko di Kecamatan Pondok Tinggi. Jurnal Sejarah, 3(4), 150–167.
Nurgiyantoro, B. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Gadjah Mada University Press.
Parsudi Suparlan. (2004). Antropologi dan Pembangunan Indonesia. Yayasan Obor Indonesia.
Patji, A. R., dkk. (2004). Negara dan Masyarakat dalam Konflik Aceh. LIPI.
Pitri, N. (2022). Nilai Pendidikan Karakter dalam Motif Batik Incung. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 5(3), 203. (https://doi.org/10.31764/pendekar.v5i3.11077)
Pitri, N. (2025). Menelisik Nilai-Nilai Karakter dalam Naskah Incung Kerinci dan Relevansinya bagi Pendidikan Karakter di Era Modern. Jurnal Edu Research, 6(2), 181–190. (https://doi.org/10.47827/jer.v6i2.753)
Pitri, N., & Meirisa, S. (2023). Examining the Values of Character Education Based on Local Wisdom in the Baseloa Tradition in the Sungai Liuk Community. Historia: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 12(1), 223–242. (https://doi.org/10.24127/hj.v12i1.8966)
Pitri, N., & Susmita, N. (2023). Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Cerita Rakyat Kerinci. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 6(4), 1229–1243. (https://doi.org/10.33369/jik.v1i1.3202)
Pitri, N., Elpia, M. T. (2024). Revitalisasi Sejarah Kerinci Melalui Pembelajaran Interaktif untuk Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Edu Research, 5(4), 80–88. (https://doi.org/10.47827/jer.v5i4.269)
Pitri, N., & Sandria, O. (2024). Penguatan Nilai-Nilai Kearifan Lokal pada Pembelajaran Muatan Lokal Aksara Incung. Jurnal Edu Research, 5(1), 131–142. (https://doi.org/10.47827/jer.v5i1.164)
Rahardjo, M. (2010). Revitalisasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 16(9), 25–38.
Rahyono, F. X. (2009). Warisan Budaya Takbenda: Konsep dan Strategi Pelestariannya. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Riantoni, C. (2021). Metode Penelitian Campuran: Konsep, Prosedur dan Contoh Penerapan. Alfabeta.
Sandra, Y., Erman, E., & Hakim, L. (2023). Sistem Pemerintahan Tradisional Mendapo: Menelusuri Sejarah yang Hilang dalam Masyarakat Kerinci. Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora, 27(2), 57–71. (https://doi.org/10.37108/tabuah.v27i2.995)
Santrock, J. W. (2011). Life-span Development. McGraw-Hill.
Sedyadi, A. (2016). Dampak Globalisasi terhadap Budaya Lokal dan Identitas Generasi Muda. Jurnal Sosial Humaniora, 9(2), 112–125.
Spradley, J. P. (1979). The Ethnographic Interview. Holt, Rinehart and Winston.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suprayitno, A. W. W. (2020). Pendidikan Karakter di Era Milenial. Deepublisher.
Supriatna, E. (2019). Islam dan Kebudayaan (Tinjauan Penetrasi Budaya antara Ajaran Islam dan Budaya Lokal/Daerah). Jurnal Soshum Insentif, 2(2), 282–288.
Supriatna, N. (2011). Krisis Identitas Kultural Generasi Muda dalam Era Digital. Jurnal Antropologi Sosial Budaya, 7(1), 45–60.
Sumarsono, S. (2020). Budaya Lokal dan Tantangan Globalisasi. UB Press.
Suryadinata, L. (2015). Identitas dan Multikulturalisme di Indonesia Kontemporer. Kompas
Suyanto. (2010). Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia. Kementerian Pendidikan Nasional.
Suyanto, M. (2020). Pendidikan Karakter dalam Olahraga. Gramedia.
Tilaar, H. A. R., & Nugroho, R. (2008). Kebijakan Pendidikan: Pengantar untuk Memahami Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan sebagai Kebijakan Publik. Pustaka Pelajar.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Sungai Penuh.
UNESCO. (2019). Local Knowledge and Sustainable Development. UNESCO Publishing.
Vornika, M., & Pitri, N. (2024). Menelisik Nilai-Nilai dan Implementasi Pendidikan Karakter Tradisi Kenduri Sko Suku Kerinci Serta Relevansinya Dalam Pengajaran Muatan Lokal di SMP. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 9(4), 467-483.
Widodo, A. (2020). Inovasi Digital dalam Pelestarian Budaya Lokal: Studi Kasus Pendekatan Kreatif pada Generasi Muda. Jurnal Kebudayaan dan Pariwisata, 12(3), 78–92
Wijaya, I. P. (2021a). Budaya Lokal dan Identitas Masyarakat: Sebuah Pendekatan Sosio-Kultural. Pustaka Nusantara.
Wijaya, I. P. (2021b). Sejarah Islam dan Pengaruh Perkembangan Kebudayaan Islam di Koto Bingin Dusun Sungai Liuk. UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi.
Zamroni. (2005). Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal: Tantangan dan Peluang di Era Global. Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











