MANAJEMEN KOMUNIKASI KRISIS PESANTREN TAHFIDZ DALAM MENGATASI STIGMA NEGATIF DI ERA MEDIA SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.34125/jmp.v11i4.3091Keywords:
komunikasi krisis; pesantren tahfidz; stigma negatif; media sosial; reputasi lembagaAbstract
This study describes the forms of negative stigma directed at pesantren on social media, analyzes the crisis communication management strategy, and identifies its supporting and inhibiting factors at Pondok Pesantren Dar el-Iman Padang. Employing a qualitative case study, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, and validated through triangulation. The findings show that the negative stigma largely results from the generalization of negative coverage about pesantren in general rather than internal cases, spreading rapidly and massively and affecting the institution’s image and public trust. The pesantren responded with a proactive crisis communication strategy emphasizing positive-narrative building; prompt, transparent, and empathetic clarification; the integrated use of online and offline channels; and trust restoration by leveraging its tahfidz excellence as reputational capital. This strategy was supported by human resources, leadership policy, facilities, and reputation, yet constrained by limited specialized resources, the absence of standard crisis-handling procedures, and the heavy flow of negative information. The study contributes a perspective in which tahfidz excellence operates as proactive reputational capital through a three-layer pattern of prevention, response, and recovery for tahfidz-based Islamic educational institutions.
References
Anggraini, F., Munir, M., & Ismail, I. (2025). Integrasi epistemologi Barat–Islam sebagai dasar pengembangan pembelajaran PAI pada Kurikulum Merdeka. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 384–394.
Coombs, W. T. (2007). Protecting organization reputations during a crisis: The development and application of situational crisis communication theory. Corporate Reputation Review, 10(3), 163–176. https://doi.org/10.1057/palgrave.crr.1550049
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2019). Research design: Qualitative, quantitative and mixed methods approaches (Terjemahan). Pustaka Pelajar.
Erlin, E., Andriani, L., Andriani, D., Nurmaya, N., Wahyuningsih, A., Febrianti, I., & Burhan, M. R. (2024). Peran manajemen humas dalam membangun citra di lembaga pendidikan. Journal of Governance and Public Administration, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.70248/jogapa.v2i1.1504
Faaza, M., & Rofik. (2022). Integration of Pancasila values in Islamic cultural history subjects: A content analysis. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(2), 263–282.
Fadal, M. F. A. (2024). Strategi lembaga pendidikan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat. An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 68–83. https://doi.org/10.63230/annajmu.v1i02.207
Falah, R. Z., Indriyani, D., Muchlisin, I., Ulyahimawati, V., & Mafaza Bihadil Haq, M. (2023). Strategi membangun brand image sekolah berbasis pesantren (Studi di SMA Syubbanol Wathon Secang Magelang). MA’ALIM: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 145–164.
Febriani, A., & Karim, H. A. (2025). Membangun citra positif lembaga pendidikan Islam. Edu Research, 6(4), 755–764.
Febriyansyah, A. R., Christin, M., & Imran, A. I. (2016). Strategi media relations PT. Pelabuhan Tanjung Priok dalam menanggapi krisis. Jurnal Kajian Komunikasi, 4(2), 229–242.
Fitri, A. N., Fitri, F., Karim, A., & Rachmawati, F. (2021). Strategi komunikasi krisis maskapai penerbangan di Indonesia (Studi analisis komunikasi krisis Adam Air, Air Asia dan Sriwijaya Air dalam menghadapi krisis kecelakaan pesawat melalui perspektif komunikasi Islam). Jurnal Ilmiah Media, Public Relations, dan Komunikasi (IMPRESI), 1(2), 89–104. https://doi.org/10.20961/impresi.v1i2.49142
Fitrianti, E., & Annur, S. (2024). Revolusi industri 4.0: Inovasi dan tantangan dalam pendidikan di Indonesia. Journal of Education and Culture, 4(1), 28–35.
Gunawan, I. S., & Dulwahab, E. (2023). Strategi public relations dalam upaya meningkatkan citra positif lembaga. Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat, 8(1), 1–22. https://doi.org/10.15575/reputation.v8i1.29805
Hakim, F., & Permatasari, Y. D. (2020). Tren: Pendidikan tahfidz Qur’an pada anak di Rumah Qur’an Ar-Roudhoh Rowotengah. Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 2(2), 19–26.
Hakim, M. L., & Aksa, A. H. (2021). Axiological study towards the Law Number 18/2019 about Pesantren. Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial, 2(2), 197–212.
Handayani, Y., Setyariza, N. A., Kusumawardani, I., Widawati, S. E., & Anshory, M. I. (2023). Pengasuhan santri di pesantren. Tsaqofah, 4(2), 964–970.
Ibniyatus Shalihah, & Abd. Ghofur. (2024). Implementasi manajemen pelayanan untuk meningkatkan mutu pendidikan program tahfidz Qur’an Pondok Pesantren Ziyadatut Taqwa Asem Manis 1 Larangan Tokol. Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam, 2(1), 143–153.
Kurniasari, A. (2019). Dampak kekerasan pada kepribadian anak. Sosio Informa, 5(1).
Mahmudi, M., Abdulah, F. S. P., & Hayat. (2024). Implementasi kebijakan pondok pesantren ramah anak: Tantangan dan peluang di era modern. Jejaring Administrasi Publik, 16(2), 131–143.
Manurung, S. A., Jannah, R., Syahdina, M., & Nasution, S. (2025). Analisis tren digitalisasi dalam pembelajaran bahasa Arab: Studi pada akun TikTok Kursus Arab Al-Azhar. Blaze: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan, 3(1), 91–99. https://doi.org/10.59841/blaze.v3i1.2255
Maulana Firdaus, F., & Tareh Aziz, M. (2024). Pemanfaatan aplikasi pembelajaran bahasa Arab: Mengubah cara belajar di era digital. Journal of Practice Learning and Educational Development, 4(4), 273–278.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. SAGE Publications.
Prasetyo, M. A. M. (2022). Pesantren efektif: Studi gaya kepemimpinan partisipatif. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(1), 1–12.
Rohman, A. (2018). Manajemen Qur’ani tentang penggunaan waktu dalam bingkai pendidikan Islam. Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam, 16(1).
Rohmatillah, S., & Shaleh, M. (2018). Manajemen kurikulum program tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Al-Azhar Mojosari Situbondo. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 3(1), 107–121.
Rustiana, D., Anas, M., & Arif, M. (2022). Manajemen program unggulan tahfidz Qur’an dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an siswa. Kharisma: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, 1(1), 12–24.
Setyaningsih, D. (2022). Implementasi manajemen strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pedagogika, 13(1), 24–34.
Somantri, E. (2023). Manajemen strategi pondok pesantren dalam upaya mencetak hafidz Quran di Kabupaten Bandung. Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah, 8(2), 153–174.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryana, A. T., Ibrahim, T., Daud, M., & Saparudin, H. (2020). Kebijakan pesantren dalam pengelolaan pendidikan di Indonesia. Jurnal Serambi Ilmu, 21(2), 273–286.
Suryana, Y., Dian, D., & Nuraeni, S. (2018). Manajemen program tahfidz Al-Quran. Jurnal Isema: Islamic Educational Management, 3(2), 220–230.
Wahyuni, I., Rahmawati, F. P., & Gufron, A. (2024). Pengembangan kurikulum tahfidz dan tahsin Al-Qur’an berbasis projek penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil alamin (P5-P2RA). Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(3), 627–634. https://doi.org/10.23969/jp.v9i03.16506
Wakka, A. (2020). Petunjuk Al-Qur’an tentang belajar dan pembelajaran. Education and Learning Journal, 1(1), 82–92.
Yamin, M. A. (2021). Akulturasi panca indra metode Yadain li Tahfizil Qur’an. Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 20(2), 336–372.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods. SAGE Publications.












